Diposkan pada Kasak-kusuk

I Found a Black Pearl!

Tiga hari ini dibikin senyum-senyum sendiri sama kelakuan seorang bocah 19 tahun yang menginspirasi aku untuk bikin tulisan ini, padahal di draft aku punya empat tulisan yang belum selesai. Soalnya saat ini aku merasa interested banget nulis tentang dia, jadinya nulis ini dulu lah, takut lupa.

Park Woo Jin-ibnida! 😀

87312b53a83a4d775d93351bb8e07cba

Sebelumnya aku minta maaf soalnya di awal tahun ternyata aku nulis tentang korekorea-an lagi (Ya Allah, belum bisa muv on dari ini TT). Tapi semoga tulisan ini bisa jadi inspirasi untuk bisa terus memotivasi diri untuk menjadi yang terbaik dari diri kita yang hari ini. Aamiin. Duh, nulis dari mana ini, di kepala udah banyak banget kata-kata yang siap untuk terangkai. Arghhh bingung-bingung-bingung, banyak hal yang ‘langka’ emang dari anak ini jadi pusing mau nulis apa >< Tapi nulis ini jadi serasa upay deh soalnya aku baru suka, padahal orang-orang udah suka dari berbulan-bulan yang lalu. Ya biar ajalah, wong dulu aku fokusnya sama EXO. Jadi sekarang nggak apa-apa multi fandom, biasin Chanyeol EXO dan Park Woo Jin Wanna One.

Jadi ceritanya aku dikandang paksa lagi nonton acaranya Wanna One yang bernama Wanna One Go (WOG) sama si adik. Ajakan ini udah lamaaaa banget, dari berbulan-bulan yang lalu. Tapi selalu nolak soalnya yang di hati cuma ada EXO, one and only. wkwkwk. Tapi entah kenapa, seperti sudah takdirnya, kalau adik ku maksa-maksa terus jadinya aku mau, wah… bisa masuk ke jebakannya. Ini sudah yang ketiga kali lho, sebelumnya itu ada EXO dan Running Man. Astaga, anak itu ngapa sih~

Back to the topic...

Jadi bocah yang aku bilang langka ini namanya Park-Woo-Jin, dipanggil Woo Jin. Tapi kalo baca-baca fansite, dia itu punya banyak nickname, salah satunya ‘Chamsae’ yang artinya burung pipit. Nggak tau kenapa anak itu dipanggil gitu. Bagiku masih menjadi misteri. Hahah. Dia kelahiran 1999, masih 19 tahun. Dongsaeng aku nih, nggak papa, aku emang pengennya jadiin dia adik. Punya adik kayak dia bakal menyenangkan deh pastinya. Di Wanna One, dia jadi Main Rapper dan Lead Dancer. Jadi de javu deh sama kata rapper, ingat Park Chanyeol huhuhu TT Tapi.. tapi.. antara Woo Jin dan Chanyeol itu punya banyak kesamaan. Biasku emang nggak jauh-jauh karakternya bahkan bakatnya. Rapper Line! Pengen banget suatu saat Woojin dan Chanyeol kolaborasi di suatu acara musik. Pasti bakal jadi panggung panas~

Dari semua member Wanna One entah mengapa mataku nangkap Woojin aja, perhatianku semua ke Woojin. Emang sih kalau diliat-liat Woojin kalau mau masuk di kategori visual mungkin nggak masuk 8 besar.

Terus, kenapa aku suka sama anak ini?

Tiba-tiba aja sih sebenarnya.. he made me interested yang bikin aku selalu bilang ‘masih gue liatin’. Lama-lama perhatiin dia, ada dunia lain yang aku temukan pada dirinya. Aku seperti… I’ve found a black pearl!

Karakter dan Karismanya

8512560094b2ae6bf606cfb0417178f0
Photo by the owner

Awal aku menaruh perhatian sama anak ini waktu nonton Produce 101. Di sebuah episode anak ini gabung ama teman-temannya di sebuah tim dan dia jadi leader. Tapi, saat itu Woojin ada masalah dikit. Dia seperti merasa nggak bisa maksimal jadi leader, gitu intinya. Lalu kenapa masih aku awasin anak ini? Soalnya dia sabar banget. Jadi di timnya itu ada seseorang yang mengambil perannya sebagai leader, seperti nggak menghargai Woojin gitu lho, tapi mungkin karena Woojin menganggap orang itu lebih berpengalaman dan lebih tua dari Woojin, jadi dia sabar aja dan menghadapinya dengan kepala dingin, bahkan dia menghormati hyung-nya itu. Tapi ujung-ujungnya perform mereka the best banget! Pas tampil juga aku udah ngerasa wah… anak ini keren banget kalau udah di panggung. Auranya itu cool, berkarisma, keren deh~

Selayaknya anak-anak, dia punya rasa ingin tahu yang tinggi dan cerdas. Selama nonton WOG aku sering bergumam, cerdas ni anak. Aku juga sering mendapati dia mengambil keputusan yang tepat tentang apa yang harus dia lakukan. Aku kadang heran ini anak masih 19 tahun tapi dewasa banget, bijak gitu. Dia juga suka banget mainan, kayak merangkai miniatur-miniatur. Punya jiwa anak teknik tuh. Kalau mau kuliah, kalau nggak ke jurusan seni, masuk teknik aja ya dek.

Gimana sikapnya? Dari kesan pertama, dia sebenarnya dapat kesan yang dingin karena matanya yang tajam, mata elang. Tapi, setelah mengamati dia, duh, Woojin ini anak yang baik, hangat, sopan, dan ramah banget. Tau batasan ke orang yang lebih tua, seumuran, dan ke yang lebih muda.

Gingsul

Aku lama baru sadar kalau Woojin punya gingsul. Itu membuat dia tampak manis banget kalau senyum. Kalau dia diam dia cool, keren. Pas senyum jadinya manis. I think I’m melt? Haha lebay deh~ Aset Woojin tuh, banyak yang suka ama dia karena selain berbakat dia juga manis dan ada gingsul.

Multitalent

6a97ed507e76c8bbff49c0b6dcca8643

Entah kenapa kata ‘multitalent’ juga jadi kayak familiar deh. Ingat Chanyeol huhu. Chanyeol yang bisa apa aja, nyanyi, nge-rap, dance (walau nggak expert hihi), main drum, piano, gitar, bass, aransemen lagu, masak, dan mungkin ada lagi yang nggak aku ketahui. Lah, jadi ngomongin Chanyeol. Trus kalau Woojin? Banyak juga dong. Jago nge-rap, dancing machine (I can say.. dancing king? haha), nyanyi (nah kalau ini Woojin yang ‘walau nggak expert’), masak Heottok (terbukti di Wanna One Go di episode 5 deh kayaknya), bikin kopi Americano, dan mungkin banyak lagi yang aku nggak tahu.

Humoris

Oh my… he’s such a… what I can say… Pokoknya kalau ada di dekat dia, aku nggak bakal bosan dan bakal nyaman banget sama dia. Nonton Wanna One aja deh biar tahu kelakuan dia kayak gimana.

Tidak mudah menyerah

Kalau dia mudah menyerah, dia nggak bakal jadi member Wanna One dong. Aku perhatikan, tiap ada yang dia ingin lakukan tapi tidak bisa-bisa, dia akan terus mencobanya sampai dia bisa. Dia pernah bilang juga, di kamus Park Woojin tidak ada kata menyerah. Aku ulang… DI KAMUS PARK WOO JIN TIDAK ADA KATA MENYERAH. Oke, ini cukup menginspirasiku untuk selalu berusaha dan tidak akan pernah menyerah, seperti Woojin. Haha, thanks Woojin-ah~

Hiperaktif

Duh, adik ini sungguh hiperaktif. Kalau diibaratkan handphone, dia punya baterai 1000%. Maunya geraaaak mulu, lari-lari, lompat-lompat, iseng pula sama temannya. Pokoknya dia ngelakuin apa aja kalau sedang bosan, nggak ada kata capek. Mungkin dia istirahat kalau dia udah capek dengan kebosanannya sendiri.

Dan… yang aneh-aneh soal Woojin ada nggak? Jelas! Hahaha

  • Suka teriak tiba-tiba
  • SUPER DUPER ISENG. Sumpah deh ini anak raja iseng.
  • Cerewet pula. Namanya juga rapper. Kalau bicara kadang lancar banget, tapi artikulasinya tetap jelas. Persis Chanyeol.
  • Kalau melucu kadang mukanya jadi jelek dan aneh banget~ Haha~ Untung bias, jadi nggak papa lah..

5f4fed4e48f0ba0ffada3d6eb0fc35cc

Terakhir… apa yang membuat aku terinspirasi dari anak ini?

Satu hal, selalu berusaha dan tidak mudah menyerah. Aku pikir Woojin suka banget  merasa rendah diri. Awalnya di Produce 101, dia nggak terlalu bersinar, banyak trainee yang nggak tahu dia. Tapi karena dia berusaha dan bisa menumbuhkan percaya dirinya, dia menjadi seperti sekarang deh. Woojin seperti bintang yang tertutup awan. Setelah dia berhasil menyingkirkan awan itu, dia lalu bersinar seterang bintang-bintang lain. Wah, aku mengikuti Produce 101 dan Wanna One (walau telat) ini banyak pelajaran yang aku petik. Satu yang paling penting adalah tentang percaya diri. Aku mengembalikannya kepada diriku sendiri. Kalau aku nggak percaya diri, aku nggak bakal bisa maju, nggak bakal bisa bersinar. Kalau aku nggak bersinar, aku nggak bisa bermanfaat untuk orang lain. Makanya, Park Woojin ku jadikan sebagai salah satu inspirasiku yang akan selalu memotivasi untuk selalu percaya diri dan menjadi yang terbaik dari diriku yang lalu. Woojin-ah, terima kasih karena sudah menjadi member Wanna One, terima kasih sudah memberikan motivasi (walau secara tidak langsung). Haha.

Alhamdulillah, dapat pelajaran berharga dari Woojin. Thank Rabb 🙂

Semoga bermanfaat!

 

Iklan
Diposkan pada Random

Walking in The Dark

Saat itu aku berjalan dalam kegelapan. Hanya bias-bias cahaya yang kulihat, dari lampu atau dari hewan-hewan malam, entah.. mungkin itu kunang-kunang yang beterbangan. Aku berjalan pelan-pelan dengan tangan yang meraba kehampaan. Aku terus berjalan tanpa tahu arah tujuan dan hanya bermodal doa dan harapan.

Sementara berjalan, aku melihat banyak orang yang jatuh, seperti pasrah dengan kegagalan. Itu menakutkan. Aku berpikir ingin menyerah, tapi kakiku terus melangkah, walau gontai dan dengan perasaan khawatir akan jatuh seperti mereka. Tidak lama aku sampai di tujuan. Di tanganku ada sebuah kunci mobil dan mulai menyalakan salah satu mobil yang ada disana. Aku merasa lega, dan bisa pulang dengan selamat bersama mobil itu.

_______________

Suatu hari dapat mimpi yang kira-kira seperti ini ilustrasinya. Aku pikir ini hanya bunga tidur. Tapi entah kenapa seperti sebuah petunjuk untuk terus meneguhkan pendirian dan bersabar di antara banyak orang yang ‘gagal’ dan ‘jatuh’. Aku menerka-nerka, aku harus teguh pendirian dalam konteks apa. Tapi karena di ujung cerita di mimpiku itu aku bertemu ‘cahaya’, maka kurasa ini akan baik-baik saja. Hahaha. *ngomong apa sih -_-

Sore yang mendung disini. Sepertinya kali ini aku tidak bisa melihat mentari senja yang jingga nya menyeruak masuk dari sela-sela jendela seperti biasa. Sudah beberapa hari hujan dan mendung. Di luar sana angin bertiup membuat pepohonan cukup berisik. Tapi sore tetaplah sore, dan senja tetap ada, namun ia sedang bersembunyi di balik awan kelabu. Suatu saat ia akan kembali hadir… lebih indah… bahkan bersama pelangi…

(okhachan)

MV (?) The Eve EXO!

Hola EXO-L! Sekarang ini kita pada nunggu konser perdana untuk EXO Planet #4 kan, jadi untuk selingan gimana kalo kita cerita-cerita soal MV EXO di salah satu album Ko Ko Bop dan The War, yaitu The Eve. Di term pencarian aku kaget juga soalnya hampir tiap hari pasti ada yang nyariin MV nya The Eve atau sekedar reviewnya. Nah, disini adalah tempat yang tepat guys.

Pertama-tama aku mau mengutarakan pendapatku dulu nih. Kalau menurut aku, Music Video itu ya kayak biasanya, ada cerita, ada artisnya atau orang yang memeragakan, bahkan biasa ada efek-efeknya gitu. Music video itu adalah sebuah video yang menggambarkan isi lagu, baik secara jelas atau tersirat, abstrak atau artistik. Jadiii, kalau mau bilang video The Eve yang ada di  yutub nya SM itu adalah sebuah MV, menurutku itu kurang tepat. Bagusnya sih dibilang Dance practice soalnya emang cuma video yang menampilkan member EXO lagi joget-joget yang nggak sekedar joget pastinya. Seperti dance practice EXO yang pernah SM rilis di akun yutubnya, kayak Growl, History, MAMA, Monster, dan lainnya, The Eve juga kayak gitu kok. Sekali lagi… MV The Eve yang original dari SM itu gak ada ya, cuman adanya dance practice 🙂 So, silakan cek disini guys~

Diposkan pada Random

(Sok) Belajar Bahasa

Aku teringat talk show nya EXO waktu masih promosi Ko Ko Bop baru-baru ini, jadi ceritanya mereka disuruh menyapa penonton dengan bahasa yang berbeda masing-masing member. Chanyeol bilang ‘konbanwa’, D.O. pakai bahasa Thailand, dan sampai pada Xiumin yang bingung soalnya Kai udah ambil bahasa Korea, Suho pake bahasa Inggris, Chen bahasa Perancis. Nggak lama si Umin bilang… “apa kaba?” yang maksudnya “apa kabar?” Alias bahasa Indonesia. Entah kenapa ada rasa bangga tersendiri karena dia menyapa pake bahasa kita. Hahaha~ Itu berarti selama konser tour itu Indonesia jadi negara yang berkesan dong 😀
Ngomong-ngomong bahasa, aku sempat mau belajar bahasa asing dari berbagai negara. Jepang, Arab, Korea, Jerman, Mandarin, dan Inggris. Aku sampe beli bukunya lho 😀

Aku baru tertarik belajar bahasa waktu SMA. Aku bahkan sudah merencanakan pas penjurusan di SMA mau masuk kelas bahasa, terus kuliah jurusan Sastra Inggris, terus jadi dosen Sastra Inggris atau penerjemah. Dulu aku bermimpi seperti itu. Tapi apa boleh buat, kita manusia bisa merencanakan semau kita, sedangkan yang menentukan apa yang terbaik untuk kita adalah Allah SWT. Yeah, aku sekarang tidak berkecimpung di dunia sastra tapi di dunia pertanian, yang notabene banyak belajar biologi. Sedangkan waktu sekolah aku nggak suka belajar biologi 😥​ Lagi-lagi apa boleh buat. Jalanin ajalah~ Toh, kesukaan ku belajar bahasa nggak sia-sia soalnya kalau kuliah pertanian seringnya pake buku berbahasa Inggris. Jadi aku senang-senang aja kalau disuruh menerjemahkan berlembar-lembar jurnal berbahasa Inggris. Hohoho~

Lagian, rezeki kita nggak ada yang tahu kan. Bisa saja suatu saat kerja di luar negri, atau menjadi perwakilan negara, jadi dubes, jadi pengusaha yang mendunia. Wah, tentu saja disini kita perlu mengedepankan bahasa biar komunikasi sama orang-orang besar di luar sana berjalan lancar. Walaupun kita nggak belajar bahasa asing secara formal, waktu kuliah misalnya, kalau kita punya keinginan kuat untuk belajar bahasa, kita bisa menjadikan itu sebagai hobi. Kayak aku nih, yang kuliah pertanian tapi senang belajar bahasa asing, kita bisa mendalami bahasa asing itu lewat buku atau bisa juga lewat sosmed. Kan banyak tuh akun-akun khusus yang posting  vocab atau kosa kata dalam bahasa asing. Jadi sambil nge-sosmed sambil belajar. Jangan nge-sosmednya stalking gebetan mulu ya (*eh hahaha). Gunakanlah sosmed mu untuk hal-hal bermanfaat lainnya, misalnya sebagai media belajar, juga wadah untuk menambah wawasan kamu 😉

Diposkan pada Random

The Florist

Aku suka sekali yang namanya bunga. Dengan warna-warni yang indah, entah itu di sebuah pot atau menghampar di kebun yang luas. Hari ini, aku punya mimpi menjadi seorang florist, merangkai bunga, membantu seorang lelaki memilih bunga terspesial untuk diberikan pada kekasihnya, membuat orang-orang bahagia dengan kecantikan bunga-bunga ciptaan Allah.

Aku kebetulan bergerak di bidang pertanian. Tapi aku tidak mendalami budidayanya. Aku jadi pengen belajar budidaya bunga-bungaan yang merupakan salah satu tanaman hortikultura itu. Aku punya mimpi, suatu saat bisa berkunjung ke Belanda, melihat hamparan bunga tulip di sepanjang mata memandang. Atau ke Jepang saat musim semi, ya, bunga sakura yang cantik dan lembut warnanya. Selain itu,mimpiku juga ingin punya green house untuk bunga-bunga yang kurawat, juga toko yang membuat orang-orang bahagia dengan bunga-bunga itu.

Diposkan pada Random

Guru BK

Aku tiba-tiba kepikiran pengen jadi guru konseling. Aku pengeeeen banget belajar menganalisis bakat seorang anak biar dia minimal dapat arahan bakal kemana dia setelah lulus sekolah.Itu bukannya jurusan psikologi gak sih kalo mau gitu-gitu. Entahlah ya, aku cuma kepikiran aja setelah banyak baca artikel dan mendengar pengalaman-pengalaman orang lain tentang “salah jurusan”, tentang begitu pentingnya nilai dan ranking di sekolah daripada sikap dan karakter seorang anak, hingga tentang orang tua yang bukannya mengarahkan anak mengembangkan bakatnya tapi malah menuntut anak itu menjadi seperti yang mereka mau. Aku emang belum nikah dan punya anak sih jadi nggak tau gimana rasanya, cuma… aku ngerasa sayang banget gitu lho kalau seorang anak punya bakat tapi dibuang, sayang bangeett~ Padahal kan kalau bakatnya itu diasah bakal punya potensi besar untuk lebih sukses daripada menggeluti sesuatu yang tidak dikuasain. 


Yang aku tahu, setiap anak itu punya bakat masing-masing di bidangnya. Nggak musti menguasai semua bidang karena menurutku itu mustahil banget. Mungkin ada, tapi aku yakin cuma segelintir. Tiap anak tuh punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Dan lagi… punya keterbatasan. Ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan untuk seorang anak untuk dia kuasain karena emang dia nggak punya bakat disitu. Untuk mengetahui bakat anak-anak mungkin kita bisa lihat rapornya, nilainya yang tertinggi tuh dimana, bisa saja ketahuan.. oh, anak ini suka hitungan nih, anak ini suka belajar bahasa nih. Jadi menurut aku, rapor itu bukan untuk melihat nilai anak secara keseluruhan, tapi melihat potensi anak tuh cenderung kemana. Aku setuju banget kalau sistem penilaian nilai akhir nggak pake acara ranking-rankingan. Kenapa? Itu bisa bikin anak berkecil hati kalau dia ada di ranking terakhir misalnya. Kalau gitu mah belajar cuma mau dapat ranking doang gitu?
Nah kalau salah jurusan gimana?

Entah ya. Banyak alasan yang muncul kalau bahas soal ini. Tapi menurutku, salah jurusan itu karena menentukan pilihan dari awal yang salah. Bisa saja anak tidak tau memilih yang mana karena tidak ada arahan. Disinilah aku berpikir… gimana caranya bisa menganalisis bakat anak? Juga… apakah emang bakat itu benar bisa dianalisis? Karena aku tidak tau jawabannya, aku jadi pingin belajar gitu. Tapi… mungkin ini sudah terlambat ya wkwk. Ranah yang kujalani bukan disini walaupun aku menginginkannya. Kadang-kadang apa yang kita inginkan nggak sesuai apa yang kita jalani karena sebuah ‘tuntutan’ dan karena ‘dituntut’.

Yang jelasnya, satu hal yang harus kita ingat… rencana Allah selalu yang terbaik untuk kita melebihi apa yang kita impikan. Tapi selama kamu masih bisa memperjuangkan mimpimu, Allah akan berikan jalan terbaik-Nya untukmu.

Semangat!